Rumah bak istana di Kota Palu, Sulawesi Tengah

Rumah bak istana di Kota Palu, Sulawesi Tengah



Rumah bak istana yang berwarna keemasan nampaknya bukan hanya cerita dongeng yang sering muncul dalam buku. Di Indonesia, tepatnya di Kota Palu, Sulawesi Tengah pun rupanya terdapat rumah yang amat besar beserta interior mewah seperti istana emas. 

Bahkan yang lebih menarik adalah rumah milik Hasim Wadodo beserta istrinya dr. Anita B. Nurdin ini selamat dari guncangan gempa berkekuatan 7,4 skala richter pada tahun 2018 silam.

Dari cerita zaman nabi, pemilik istana megah nan indah adalah istana milik Nabi Sulaiman yang dikenal sebagai nabi yang memiliki kekayaan pada zamannya.

Jika sedikit mengulik cerita pada zaman nabi, disebutkan bahwa Istana Sulaiman menempati area yang sangat luas dan megah. Konon, pintu istana terbuat dari kayu zaitun dan cemara. Lantainya terbuat dari kaca dan emas. Warna bangunannya berwarna-warni, seperti biru, ungu, hijau, kuning, dan lainnya. 

Dalam versi Yahudi, disebutkan bahwa warna biru mewakili langit, sedangkan merah mewakili bumi. Ungu, kombinasi dua warna, merupakan pertemuan dari langit dan bumi.

Namun di Indonesia benar-benar ada rumah bak istana yang diberi karunia karena tetap berdiri tegak meski pernah diguncang gempa 7,4 skala richter pada 24 September 2018 yang lalu di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Rumah yang berdiri di lahan sebesar 5600 hektare persegi itu adalah milik pengusaha terkenal di wilayah Indonesia timur dan salah satu tokoh masyarakat di Kota Palu yakni Hasim Wadodo beserta istrinya dr. Anita B. Nurdin.

Rumah tersebut memiliki 99 kamar dan baru terbangun 60 kamar di dalamnya. Sisanya masih dalam proses pembangunan. 99 itu diceritakan di dalam video dalam Youtube diambil dari Asmaul Husna atau nama-nama Allah yang indah, baik, agung dan mulia sesuai dengan sifat-sifat Nya.

Ketika Ustadz Fatih Karim di dalam video Youtube bernama CintaQuranTV yang sedang berjalan-jalan di rumah bak istana itu terlihat warna di dalam rumah dominan warna emas, setiap dindingnya juga ada ukiran yang membuat kesan elegan pada rumah tersebut.

Dalam perbincangannya, setiap perabot yang ada di dalam rumah kebanyakan dibeli dari luar negeri, dan beberapa diantaranya berbalut emas dan sebagian hanya warna saja yang emas. Bahkan ada lampu yang menyerupai kapal pesiar, meski lampu gantung yang lain tidak kalah menarik dan terlihat sangat indah.

"Saya tidak sedang di Buckingham, Inggris, saya tidak sedang berada di Moskow, saya ada di Kota Palu," ucap Ustadz Fatih Karim seraya melihat seisi bangunan rumah bak istana itu. 

"Saya jadi teringat, duduk di kursi yang terbuat dari emas, itu hanya ada di surga-Nya Allah," imbuhnya.

Dari sisi lantainya, hampir seluruh lantai dan tembok rumah menggunakan marmer. "Kerjanya ini detail, dipasang satu-satu ini. Bangun kira-kira 2005, dan saya masuk sini 2015, tapi bersihkan rumah ini sangat lama, hampir 3 bulan," ujar dr. Anita.

Lanjut dr. Anita, rumahnya tersebut tidak setiap hari dibersihkan, namun ada beberapa ruangan yang menurutnya wajib setiap hari dibersihkan. "Ruang makan, dapur setiap hari harus dibersihkan, itu harus dan wajib, lalu toilet juga. Saya tidak ada pembantu, jadi keponakan saya yang tinggal di sini mereka membantu saya. Dan jika ada tamu saya sangat senang, karena rumah akan selalu bersih," ungkapnya.

Sementara itu, suami dr. Anita, yakni Hasim Wadodo cukup merendah meski memiliki rumah bak istana ini. Ia mengatakan bahwa rumah dan seisinya ini adalah milik Allah SWT, dan ia hanya diberi amanah untuk menjaganya. "Semua ini titipan, jangan kalian lupa. Allah punya semua ini. Makanya waktu tsunami saya berada di luar negeri, banyak orang yang melihat kondisi rumah ini, bagaimana itu. Tapi Allah punya ini, kalau mau diambil ya dia tinggal ambil," katanya.

Lebih dari itu, di halaman rumahnya juga terdapat sebuah masjid, yang menurut Hasim dirawat oleh mantan preman. Menurutnya kampung dimana ia tinggal tersebut banyak didiami preman.

Berkat ditampung di dalam masjidnya, saat ini beberapa orang yang dulunya sering keluar masuk penjara karena kejahatan yang pernah diperbuat akhirnya bisa hafal beberapa juz Al-Qur'an. "Saya sampai nangis itu karena mereka bisa seperti itu, tidak ada bedanya dia punya bacaan sama seperti imam yang ada di Makkah," katanya.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load