Kapolsek Kota, Kompol Rudi Purwanto mengangkut material bedah rumah bersama anggota perguruan silat (foto: Joko Pramono/ Jatim Times)

Kapolsek Kota, Kompol Rudi Purwanto mengangkut material bedah rumah bersama anggota perguruan silat (foto: Joko Pramono/ Jatim Times)



Dengan menggandeng perguruan silat, Polsek Tulungagung Kota menyelenggarakan kerja bakti di rumah Sumini, perempuan tua yang hidup sebatang kara di Kelurahan Kuthoanyar. Rumah Sumini yang sudah reyot rencananya akan direhab, setelah mendapat bantuan bedah rumah.

Namun sebelum dibedah, besok Sabtu (9/11/19) rumah Sumini akan dikunjungi oleh Gubernur Jatim, Kofifah Endar Parawangsa.

“Polsek Kota, Paguyuban Pencak Silat dan TNI melakukan bakti sosial membersihkan lingkungan rumah milik Sumini,” ujar Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Rudi Purwanto, Jum’at (8/11/19) pagi.

Dengan peralatan berupa sabit, cangkul, cetok dan gerobak, sekitar 30 an orang membersihkan dan mengangkut material untuk bedah rumah besok.

Saat disinggung alasannya melibatkan anggota perguruan silat, Kapolsek menjelaskan jika hal ini mencerminkan sikap saling tolong-menolong sesuai dengan jargon Polres Tulungagung, ASTUTI (agunging sikap tulung-tinulung).

Dirinya berharap image negative atas perguruan silat yang selama ini dianggap sering membuat rusuh, bisa terkikis dengan kegiatan ini.

“Yang di mata masyarakat antagonis (negative) hari ini kita wujudkan perguruan silat yang protagonis atau humanis,” terang Rudi.

Selanjutnya untuk bakti sosial lainnya pihaknya akan melakukan bakti sosial, seperti memberikan santuan bagi warga kurang mampu dengan selalu menggandeng perguruan silat.

“Kami selalu setiap kegiatan masyarakat akan melibatkan paguyuban pencak silat,” tegas Rudi.

Sementara itu Ketua Paguyuban Silat Kecamatan Tulungagung Kota, Muhammad Aden Hanafi berharap dengan paguyuban ini bisa menyatukan perguruan silat yang ada.

Keberadaan perguruan silat bisa menjadi motor pemersatu bangsa dan menjaga keamanan masyarakat.

“menjadi pemersatu bagi nusa dan bangsa, menjadi garda depan organisasi masyarakat dan ikut menjaga keamanan,” ujarnya.

Saat ini di paguyuban silat di Kecamatan Tulungagung Kota diikuti oleh perguruan silat Kera Sakti, Pagar Nusa, Setia Hati Terate, dan Porsigal.

Dirinya berharap persatuan pencak silat ini bisa menular ke daerah lainnya di Tulungagung, seperti wilayah selatan yang seringkali terjadi bentrok antar perguruan silat.


End of content

No more pages to load