Ahli Tata Kelola Pemerintahan M. Lukman Hakim (Foto: Istimewa)
Ahli Tata Kelola Pemerintahan M. Lukman Hakim (Foto: Istimewa)

Kabupaten Malang punya peluang besar untuk bisa menjadi daerah  berkembang dengan pesat. Hal itu dikarenakan banyaknya potensi yang dimiliki wilayah yang terbagi dalam 33 kecamatan ini. 

Potensi perkembangan itu sebagaimana diungkapkan oleh Ahli Tata Kelola Pemerintahan M. Lukman Hakim. Menurutnya, peluang-peluang Kabupaten Malang  harus segera dimanfaatkan. Khususnya pada bidang pengembangan pariwisata dan penguatan ekonomi kreatif. 

Pada tahun 2017 lalu, Kabupaten Malang mendapat Juara III Innovative Government Award (IGA) 2017 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam bidang pelayanan diantaranya terkait dengan pelayanan Perpustakaan dan Puskesmas. "Hal ini menurut saya bisa dijadikan pintu masuk untuk melakukan terobosan dalam penguatan sistem inovasi daerah yang berbasis pengembangan pariwisata (alam) dan penguatan ekonomi. Apalagi Kabupaten Malang kaya akan wisata alamnya,"beber dia.

Hal tersebut juga sudah jelas ditegaskan dalam Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri) No. 36 Tahun 2012 Tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah.

Lukman juga menambahkan, nyatanya dalam penerapan di lapangan, khususnya akses ke tempat wisata masih belum terintegrasi dengan baik. "Namun hal itu rupanya belum terintegrasi dengan baik. Ini dibuktikan dengan masih minimnya infrastruktur di sekitar tempat-tempat wisata. Baik berupa jalan, penginapan, penerangan jalan, maupun dari promosi wisata yg masih sangat minim. 
Padahal sesungguhnya Kabupaten Malang sedianya dapat memanfaatkan kesempatan dengan dibukanya akses tol," tambah M. Lukman Hakim yang juga sebagai Ketua BPPM FISIP Universitas Brawijaya.

Lukman juga mencontohkan seperti daerah Kabupaten Banyuwangi yang sudah melakukan promosi mulai dari Jakarta dan juga melakukan pelatihan kepada penduduk. "Kabupaten Banyuwangi mendorong wisatawan bahkan sejak dari Jakarta dan menyambutnya di Kabupaten Banyuwangi dengan mempersilahkan wisatawan menginap di homestay milik penduduk. Pelatihan pengelolaan homestay dilakukan dengan rutin, sehingga masyarakat pengelola memahami standar hotel pengelolaan home stay. 

Terkait dengan statement yang pernah dilontarkan Bupati Malang Sanusi mengenai pembukaan akses tol akan sampai di Jatiguwi, Kepanjen, Lukman mengatakan peluang ini harusnya bisa ditangkap oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

"Pemerintah Kabupaten Malang dapat memanfaatkan akses tol untuk melakukan promosi paket wisata mulai dari Bandara Internasional Juanda yang nantinya dapat membuka peluang kerjasama dengan pihak paket travel. Harusnya memang sudah ada grand design pengelolaan wisata dalam menangkap peluang tersebut, " harap dia.

Karena itu juga, menurut dia, Kabupaten Malang perlu mendesain Sistem Inovasi Daerah yang mengarah pada pengembangan wisata dan penguatan ekonomi kreatif. "Segala potensi diarahkan dalam upaya pengembangan wisata dan ekonomi kreatif," tutupnya.