Kushedya Hari Yudo (99) saat merayakan gol Elias Alderete (official Arema FC)
Kushedya Hari Yudo (99) saat merayakan gol Elias Alderete (official Arema FC)

MALANGTIMES - Kushedya Hari Yudo yang menjadi idola baru Aremania nampaknya kurang leluasa bergerak ketika dipasangkan dengan Elias Alderete di lini depan. Hal ini terlihat saat Arema FC dikalahkan Persib Bandung 1-2 pada lanjutan Liga 1 2020 pekan kedua Minggu (8/3/2020) kemarin.

Arema FC banyak memiliki stok penyerang di era pelatih kepala Mario Gomez di Liga 1 2020. Dan hal itu juga tak membuat kontribusi para penyerang tersebut maksimal saat dimainkan secara bersamaan.

Di pekan pertama Liga 1 2020, Kushedya Hari Yudo menjadi pahlawan Singo Edan dengan menciptakan dua gol ke gawang PS Tira dan mencuri tiga poin dari Bogor.

Tapi ketika menghadapi Persib Bandung, Kushedya Hari Yudo justru menjadi pemain yang paling diwaspadai dan nampak kesulitan ketika akan masuk ke pertahanan lawan. Beberapa akselerasi nya mampu dimentahkan oleh duet stopper Nick Kuipers dan Victor Igbonefo.

Keberadaan Elias Alderete disinyalir menjadi kesulitan sendiri bagi pergerakan Yudo yang sangat eksplosif ketika menghadapi PS Tira. Tapi mantan pemain PSS Sleman itu menampik pernyataan tersebut dan menganggap ada atau tidaknya Elias membuat ia nyaman ketika bermain.

"Ada Elias sebenarnya tidak kesulitan, tapi kembali lagi inilah sepak bola, hasil yang menentukan," ujar Yudo.

Yudo berharap dengan kekalahan menghadapi Persib bisa membuat timnya lebih semangat lagi untuk memperbaiki kesalahan. Karena dua gol yang tercipta ke gawang Teguh Amiruddin itu adalah kegelisahan lini belakang.

"Ini sepak bola, kita sudah berjuang tapi hasil kurang memuaskan. Tapi kami akan berusaha lebih baik lagi ke depan," tegas Yudo.

Sementara itu, Mario Gomez masih pasang badan karena kesalahan yang dilakukan pemainnya. "Pemain itu manusia jadi wajar jika lakukan kesalahan, tapi saya akan ingatkan mereka agar tidak terjadi lagi kesalahan," imbuhnya.