Diskusi Manajemen Krisis, Kasus Covid-19. (Foto: Syahrul/MalangTIMES)
Diskusi Manajemen Krisis, Kasus Covid-19. (Foto: Syahrul/MalangTIMES)

Berjemur dan mendapatkan cahaya matahari pagi dipercaya membawa banyak manfaat bagi tubuh, termasuk menambah imunitas. 

Hal itulah yang dilakukan oleh pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berserta dosen dan beberapa warga kampus yang masih masuk pagi tadi (Jumat, 27/3/2020).

Sembari berjemur, mereka menggelar sosialisasi soal pencegahan virus Corona melalui program diskusi sambil berjemur dengan tajuk Manajemen Krisis, Kasus Covid-19. 

Acara yang digelar sejak pukul 08.30 hingga pukul 10.00 WIB.

Mengawali pembahasan kasus Corona, Guru besar Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr dr Yuyun Yueniwati MKes SpRad (K) mengajak seluruh masyarakat untuk tidak perlu panik menghadapi Covid-19 ini.

Kata dia, yang terpenting adalah mengikuti instruksi dari pemerintah dan terus waspada dan menjaga kesehatannya.

"Ingat, virus Corona ini berdasarkan penelitian mampu hidup di benda-mati selama empat hari, jadi tetap harus waspada diri," ucapnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang dr Christyaji Indradmojo SpEM dalam penjelasannya menuturkan, sebagai umat Islam, tentu Rasulullah sudah mengajarkan kepada umatnya dalam menghadapi wabah atau musibah seperti ini. 

Beberapa caranya yaitu dengan melakukan isolasi diri, jaga kebersihan, dan makan makanan yang halal dan menyehatkan.

"Dalam ikhtiar tentu harus disertai dengan doa dan memperbanyak istighfar kepada Allah sebagai bentuk pengakuan sebagai hamba yang lemah di hadapan Allah SWT," tuturnya.

Wakil Rektor Bidang Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Dr Hj Ilfi Nurdiana MSi meminta agar UIN Malang selalu siap memberikan pelayanan kepada masyarakat sekitar kampus, khususnya dalam hal kebersihan.

Untuk diketahui, UIN Malang sudah melakukan gerakan membentuk satgas agar membagikan sanitizer secara gratis kepada warga. 

Selain itu, UIN Malang juga membuat alat Kabut Anti Virus (KAVI).

Alat ini digunakan untuk pencegahan virus. Semua yang masuk ke area kampus diharuskan dites melalui KAVI itu. 

Mobil yang masuk ke kawasan kampus pun juga akan dilakukan screening.

"Semua alat ini rencananya akan dibuat masal dan akan diberikan kepada masyarakat di sekitar kampus," katanya.

Sementara itu, Guru Besar Bidang Ilmu Komputer UIN Malang Prof Dr Suhartono SSi MKom menilai, virus corona ini disebabkan ion udara yang turun dan akibatnya tubuh manusia menghirup udara yang kurang sehat.

"Sehingga, saya membuat alat dengan nama mega ion, dengan tujuan untuk menjernihkan udara dari virus-virus yang sangat kecil dan kasat mata," terangnya.

Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Abdul Haris MAg yang kali ini bertindak sebagai moderator sendiri berupaya agar UIN Maliki Malang terus berupaya memiliki kontribusi terhadap penagangan Covid-19 ini. 

Selain itu, melalui diskusi ringan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat agar lebih hati-hati.

"Semoga kegiatan ini bermanfaat dan memberikan pelajaran bagi kita semua," pungkasnya.