M Thoha Ma'ruf dalam sebuah kegiatan di  Thailand
M Thoha Ma'ruf dalam sebuah kegiatan di Thailand

Sebagai upaya mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing, Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar kembali mengirimkan mahasiswanya mengikuti magang internasional di luar negeri.

Awal tahun ini sebanyak 4 mahasiswa dari Unisba diberangkatkan ke Thailand untuk belajar dalam rangka pertukaran mahasiswa. 

Mereka mengikuti program Student Exchange Unisba-Thailand. 

Selama di Negeri Gajah Putih, keempat mahasiswa itu akan mengikuti kegiatan belajar di Thaksina Administration Business Technology College dan Bangkol College of Business Administration and Tourism.

Selama dua bulan di Negeri Gajah Putih, tentunya mahasiswa belajar banyak hal. 

Mulai dari sistem pendidikan, budaya, lingkungan kerja, dan belajar beradaptasi dengan orang-orang baru di negara yang mereka tempati. 

Diungkapkan Mohamad Thoha Ma’ruf, salah satu peserta Student Exchange Unisba-Thailand dari Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian, kegiatan di negeri gajah putih memberikan banyak ilmu dan pengalaman. 

Selama di Negeri Gajah Putih, Ma’ruf magang di Thaksina Business Technological College selama dua bulan.

“Kampus tersebut lebih menonjolkan jurusan di bidang pariwisata dan teknologi informasi. Banyak sekali hal-hal baru yang saya temui disana. Pengalaman tersebut akan saya catat di buku lembaran sejarah milik saya. Di lembaga ini saya membantu ngajar Bahasa Inggris,” ujar Ma’ruf kepada BLITARTIMES, Jumat (27/3/2020).

Meski mendapat banyak pengalaman baru, diakui Ma’ruf ada beberapa kendala yang dihadapi saat pertama kali beraktivitas di Thailand. Salah satunya ialah bahasa dan pola hidup yang sedikit berbeda dengan Indonesia.

“Hal pertama yang terbayang ketika di Thailand adalah bagaimana saya harus berkomunikasi. Mengingat bahasa Inggris tidak menjadi bahasa utama di Negara Thailand. Selain itu Negara tersebut juga menggunakan alphabet yang tidak lazim. Tidak jarang untuk sekedar berkomunikasi saya harus menggunakan bantuan google translate. Namun hal tersebut sedikit terobati ketika melihat senyum manis orang-orang Thailand. Merasakan keramahan dalam diri mereka. Tidak ragu untuk bertegur sapa dengan saya. Saya merasakan kenyamanan di Thailand. Saya salut terhadap apresiasi yang mereka berikan. Mereka tidak memandang latar belakang seseorang. Yang sempat terbesit di kepala adalah bagaimana nasib saya nanti ketika menjadi minoritas. Namun pikiran-pikiran negatif itu saya buang jauh-jauh setelah saya mengalami apa yang mereka lakukan,” jlentrehnya.

Lambat laun Ma’ruf bersama ketiga rekannya dari Unisba semakin merasakan kehangatan saat berinteraksi dengan orang Thailand.

“Entah karena label Student Exchange atau apa, tidak jarang saya diajak foto oleh mereka, bak seorang artis yang sedang naik daun. Hal tersebut kadang membuat saya canggung dan merasa sulit berinteraksi dengan mereka. Akhirnya saya berusaha memposisikan sama dengan mereka agar mereka menganggap saya teman tidak lebih itu,” imbuhnya.

Belajar budaya, menjadi salah satu pengalaman berharga yang didapat oleh para mahasiswa Unisba selama di Thailand. 

Bagi Ma’ruf, kesempatan ini dimanfaatkanya untuk sekaligus memperkenalkan budaya Bangsa Indonesia.

“Selama dua minggu saya diajarkan mengenai budaya yang ada di Thailand, salah satu yang saya ingat adalah mengenai Ladyboy (waria, gender ketiga di Thailand), sesuatu barang yang tabu apabila ada di Indonesia. Selain itu juga belajar bahasa Thailand, diajari pembuatan kerajinan, terus bagaimana cara bersalaman (sawadeekap) kepada teman, guru, maupun raja. Masyarakat Thailand begitu patuh dan tundun kepada seorang Raja. Sampai-sampai hampir di setiap bangunan terdapat foto sang raja,” paparnya.

Saling belajar antar budaya ini disambut baik oleh pribumi Thailand. Beberapa yang disampaikan Ma’ruf kepada warga Thailand diantaranya budaya tata krama orang Indonesia.

“Tak lupa saya juga mengenalkan kepada mereka mengenai budaya yang ada di Indonesia. Saya mengenalkan kepada mereka mengenai tempat, cara bersalaman, dan sedikit mengenai bahasa Indonesia. Mereka sangat antusias dalam menanggapi apa yang saya bagikan. Saya pernah membagikan aksesoris gantungan kunci bergambar Presiden Soekarno, ekpresi mereka sangat riang gembira saat menerima pemberian saya,” tukas Ma’ruf.

Selama di Thailand, para mahasiswa Unisba Blitar juga mendapat kesempatan menikmati destinasi wisata Negeri Gajah Putih. 

Di antaranya Liabuan Night Market, Floating Market, dan Minburi Market. Hampir di semua tempat yang ada di Thailand terdapat Night Market. Kemudian Taman Nasional Khao Work yang merupakan sasaran utama wisatawan mancanegara dimana banyak sekali turis-turis dari Eropa yang berkunjung ke tempat tersebut.

Para mahasiswa juga mendapat kesempatan berwisata ke Air Terjun, Patung Budha Raksasa, Pohon Besar sampai Candi Yang Besar serta Kanchanaburi yang merupakan Provinsi dengan Sejuta Candi.

“Sistem pariwisata di Thailand sangat baik dan profesional. Disana, pariwisata merupakan sektor utama penghasil devisa negara,” pungkasnya.(*)