Penyemprotan disinfektan di Kampus Unisba Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Penyemprotan disinfektan di Kampus Unisba Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Demi mencegah virus corona masuk ke lingkungan kampus, Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar melakukan penyemprotan disinfektan di kampus Unisba, Jl Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Sabtu (28/3/2020). 

Penyemprotan tersebut merupakan kerja sama antara Unisba dengan Muhammadiyah Disaster Management  Center (MDMC).

"Penyemprotan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat Unisba dan sebagai dukungan Unisba Blitar dalam mendukung program pemerintah untuk membasmi penyebaran Covid-19, di Blitar khususnya," ungkap Rektor Unisba Blitar, Soebiantoro.

Penyemprotan disinfektan menyasar seluruh ruangan di kampus terbesar di Blitar Raya. Mulai dari ruang rektorat, mushola, ruang kuliah hingga halaman seluruhnya disemprot. Hal ini mengingat kampus merupakan tempat mahasiswa berinteraksi dan virus rawan menyebar. 

Menurut rektor, penyemprotan disinfektan di kampus Unisba kali ini adalah yang kedua kalinya. Dan rencananya akan dilaksanakan sekali lagi pada pekan depan.

“Seminggu yang lalu telah kita laksanakan penyemprotan, kemudian hari ini dan kita upayakan sekali lagi pada pekan depan,” papar rektor.

Upaya cegah corona secara masif juga dilakukan Unisba dengan menyiapkan hand sanitizer di depan seluruh pintu masuk ruangan dan titik strategis. Rektor juga mengajak seluruh civitas academica Unisba untuk ikut mencegah wabah Covid-19 dengan mengeluarkan surat edaran.

Isi surat edaran itu diantaranya penghentian sementara kegiatan akademik melalui tatap muka dan menggantinya dengan kuliah dari rumah dengan metode kuliah online, penundaan sementara pertemuan ilmiah (seminar dan workshop), penundaan kegiatan organisasi kemahasiswaan yang melibatkan banyak orang baik di kampus maupun luar kampus, dan pelayanan administrasi dilakukan secara selektif dan diprioritaskan untuk layanan yang belum difasilitasi.

“Saya sudah 3 kali mengeluarkan edaran sejak ada corona. Dan terakhir saya perpanjang kegiatan belajar dan mengajar dari rumah hingga 5 April 2020, bisa saja ada perpanjangan melihat situasi dan kondisi serta kebijakan pemerintah. Untuk saat ini Pejabat kampus di tiap-tiap fakultas tetap masuk tapi dibatasi, tiap pejabat fakultas dan setiap unit kerja maksimal 3 orang dengan sistem bergilir setiap harinya. Untuk yang lain-lain kebijakan saya mengikuti pemerintah, seperti bila berkumpul harus jaga jarak 1 meter,” imbuh mantan Sekda Kabupaten Blitar.

Lebih dalam rektor juga mengimbau kepada seluruh warga kampus dan masyarakat untuk tidak panik dan tetap waspada. Dia menjelaskan langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan secara mandiri diantaranya yakni pola hidup sehat, rajin cuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan tetap di rumah jika tidak ada yang mendesak untuk keluar. 

Sementara itu dr Rudianto Cahyono dari Muhammadiyah Disaster Management  Center (MDMC),  menyampaikan dalam penyemprotan disinfektan di Unisba Blitar ini pihaknya mengerahkan 10 personil. Gerakan sosial cegah wabah corona ini merupakan kegiatan MDMC dalam upaya perang lawan corona.

“Ini aktivitas kami di tengah wabah corona, yakni dengan penyemprotan disinfektan ke masjid-masjid, lembaga pendidikan dan perkampungan warga. Sudah banyak fasilitas umum yang kita sasar. Dan kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mencegah penyebaran virus corona ini dengan social distancing, physical distancing dan pola hidup sehat,” pungkasnya.(*)